SIFATPERJANJIAN DENGAN DAUD. 1) Sekalipun istilah "perjanjian" tidak dipakai dalam pasal 2Sam 7 (lih. 2Sam 7:1-29 ), jelaslah bahwa Allah sedang mengikat perjanjian dengan Daud. Dalam Mazm 89:4-5, misalnya, Allah mengatakan, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud hamba-Ku: 'Untuk selama-lamanya Aku Jawaban Perjanjian Daud merujuk kepada janji-janji Allah kepada Daud yang diberikan melalui nabi Natan dan ditemukan dalam 2 Samuel 7 dan dirangkum dalam 1 Tawarikh 17:11-14 dan 2 Tawarikh 6:16. Perjanjian tidak bersyarat antara Allah dan Daud ini menjanjikan kepada Daud dan Israel bahwa Sang Mesias (Yesus Kristus) akan lahir dari garis Terbukti Daud merawat dan melindungi anak Yonatan, Mefiboset. Kata Daud: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku." (2 Samuel 9:7). Inimerupakan watak orang yang termasyhur sebagai tentara, gembala, penyair, raja, nabi; yang mengobarkan patriotisme, mempersatukan Israel, dan menjadikannya negara yang hebat, dan yang mengusir penyembahan allah-allah asing di negara itu. Mempertimbangkan semua berkat yang turun ke atas bani Ibrani melalui pemerintahan Daud; juga dengan Sepertijuga yang dituliskan oleh Raja Daud, "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah" (Mzm 51:17). Hal kedua yang bisa kita lakukan untuk memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Allah adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketika Allah berbicara. Daudmelakukan dosa perzinaan dan pembunuhan dan apa yang dia lakukan ini sangat "tidak menyenangkan Tuhan" (2 Samuel 11:27). Kita mengenal Daud sebagai orang yang mencintai Tuhan. Tetapi ada bidang dalam hidupnya yang tidak pernah dia serahkan kepada otoritas Tuhan. Dia membiarkan dosa itu berkuasa dalam hidupnya, dan dosa itu akhirnya Daud—Ia Mengandalkan Allah. Daud mengandalkan Allah. Meskipun menghadapi berbagai tantangan yang tampaknya mustahil dilewati, dia tidak pernah berhenti melayani Allah yang benar. Cari tahu bagaimana Yehuwa memberkati kesetiaan Daud, dan bagaimana kita juga akan diberkati jika meniru teladannya. DARIkeseluruhan kisah 25 Nabi dan Rasul yang diceritakan dalam Alquran, salah satu di antaranya adalah kisah dari Nabi Daud alaihissalam.Nabi Daud adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu dan memberi peringatan pada kaum Bani Israil. Anugerah pemberian tanggung jawab oleh Allah kepadanya sebagai nabi ini tentu dibarengi dengan mukjizat yang Allah berikan DialogSeri 10: 53 . Tilmidzi: "Bagaimana tanggapan orang-orang musyrik terhadap Allah SWT yang menurunkan Al Qur'an kepada Rasulullah SAW?" Mudariszi: "Orang-orang musyrik heran dengan Tuhan menurunkan Al Qur'an kepada Rasulullah SAW, dan hal itu dijelaskan firman-Nya ini: a Kitab Taurat (diturunkan pada abad ke-12 SM) Kitab Taurat diwahyukan kepada Nabi Musa a.s pada abad ke-12 SM.Nama Taurat berarti hukum atau syariat. Pada saat itu Nabi Musa a.s diutus oleh Allah Swt untuk berdakwah kepada bangsa Bani Israil. Oleh karena itu, tepat sekali kalau kita meyakini bahwa kitab Taurat diperuntukkan sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi kaum Bani Israil saat itu. bwrNy. Pertanyaan Jawaban Perjanjian Daud merujuk kepada janji-janji Allah kepada Daud yang diberikan melalui nabi Natan dan ditemukan dalam 2 Samuel 7 dan dirangkum dalam 1 Tawarikh 1711-14 dan 2 Tawarikh 616. Perjanjian tidak bersyarat antara Allah dan Daud ini menjanjikan kepada Daud dan Israel bahwa Sang Mesias Yesus Kristus akan lahir dari garis keturunan Daud dan suku Yehuda dan akan menetapkan kerajaan yang abadi. Perjanjian Daud tidak berkondisi karena Allah tidak mensyaratkan ketaatan demi pemenuhannya. Keutuhan janji itu tergantung pada kesetiaan Allah saja dan tidak tergantung pada ketaatan Daud atau Israel. Perjanjian Daud berfokus pada beberapa janji yang diberi kepada Daud. Pertama, Allah menegaskan kembali perjanjian tanah yang telah Ia buat dalam kedua perjanijan pertama dengan Israel Perjanjian Abraham dan Perjanjian Palestina. Perjanjian ini dapat kita baca dalam 2 Samuel 710, "Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu." Allah kemudian menjanjikan bahwa putra Daud akan menggantikan dia sebagai raja Israel dan bahwa putra ini Salomo akan membangun bait Allah. Janji ini dijumpai dalam 2 Samuel 712-13, "Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya." Akan tetapi janji itu terus berlanjut dan bertumbuh "Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya" 2 Samuel 713, dan "Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya" ayat 16. Yang dimulai sebagai janji bahwa Salomo putra Daud akan diberkati dan membangun bait menjadi hal yang berbeda - janji akan kerajaan yang kekal. Salah satu keturunan Daud lainnya akan memerintah selamanya dan membangun keluarga kerajaan yang kekal. Bagian dari janji ini merujuk kepada sang Mesias, Yesus Kristus, yang dijuluki Anak Daud dalam Matius 219. Janji bahwa "keluarga," "kerajaan," dan "takhta" Daud akan ditetapkan selamanya adalah penting karena menunjukkan bahwa sang Mesias akan lahir dari garis keturunan Daud dan Ia akan menetapkan sebuah kerajaan yang akan dipimpin-Nya. Janji ini dirangkum dengan kata "keluarga," sebagai janji dinasti dalam keluarga Daud; "kerajaan," sebagaimana mengungkapkan bangsa yang diperintah oleh seorang raja; "takhta," yang menekankan otoritas pemerintahan sang raja; dan "selamanya," menekankan keabadian dan sifat tak berkondisi perjanjian-Nya dengan Daud dan Israel. Adapun acuan lain akan perjanjian Daud yang ditemukan dalam Yeremia 235; 309; Yesaya 97, 111; Lukas 132,69; Kisah 1334; dan Wahyu 37. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah yang dimaksud oleh perjanjian Daud? YESUS KRISTUS Anak DAUD YANG SEJATI Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Seremonial Khusus Adven – Senin, 24 Desember 201 8 Ketika raja sudah berkampung di rumahnya dan Allah YHWH telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di selingkung, berkatalah raja kepada nabi Natan “Lihatlah, aku ini tutup mulut privat apartemen berusul papan aras, sementara itu tabut Tuhan bungkam di bawah tenda.” Suntuk berkatalah Natan kepada tuanku “Baik, lakukanlah segala apa sesuatu yang dikandung hatimu, sebab YHWH menyertai dia.” Sahaja pada lilin lebah itu juga datanglah firman YHWH kepada Natan, demikian “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud Beginilah firman YHWH Masakan anda yang mendirikan flat bagi-Ku buat Kudiami? Makanya sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud Beginilah firman YHWH semesta pataka Akulah yang mengambil engkau terbit padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai kamu di apa tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu berpokok depanmu. Aku membuat besar namamu seperti tanda khalayak-turunan lautan yang ada di bumi. Aku menentukan wadah bikin umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga engkau dapat sengap di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti mana silam, sejak Aku menyanggang hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Pun diberitahukan YHWH kepadamu YHWH akan memasrahkan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau sudah mendapat perhentian bersama-setolok dengan nenek moyangmu, maka Aku akan menggelorakan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Batih dan kerajaanmu akan kokoh kerjakan selama-lamanya . ” 2Sam 71-5,8-12,16 Mazmur Tanggapan Mzm 892-5,27,29; Bacaan Bibel Luk 167-79 Allah menjanjikan sesuatu yang sani kepada Daud, merupakan bahwa Dia akan membangun cak bagi Daud sebuah “keturunan” 2Sam 711. Sejarah mengobrolkan kepada kita bahwa Salomo, salah koteng putera Daud, membangun Stanza Kudus yang plong awalnya mau dibangun oleh Daud. Akan hanya kita boleh menyibuk bahwa “keturunan” nan dibangun Allah kerjakan Daud – dinastinya, warisannya, tempatnya dalam ki kenangan penyelamatan – adalah jauh lebih lautan. Di sini Halikuljabbar berbicara akan halnya garis anak cucu Daud, yang akan mencapai klimaks dalam diri Yesus Kristus, Anak Daud yang tahir. Sebagai umat Kristiani, kita saat ini beriktikad bahwa menerobos Yesus, garis keturunan Daud secara spiritual berlanjut di dalam Gereja – Tubuh Kristus – yang mengumpulkan orang-basyar yang ditebus. Yuk kita merenung sejenak Secara kolektif dan individual, masing-masing kita adalah stanza Nasib Kudus 1Kor 316; 619, sebuah wadah asli di mana Almalik beralamat di atas bumi ini. Menjadi “kondominium” Halikuljabbar tidak terjadi secara ajaib begitu saja dengan diri kita pada waktu kita dibaptis. Kita tidak menjadi bait-kuplet nan sempurna privat sekejab, memancarkan kilap Kristus secara acuan ke dunia di selingkung kita. Berpunca periode ke musim Almalik ingin meneruskan pesanan pembangunan-Nya dalam diri kita. Dia mau membuang fondasi-fondasi apa saja yang salah internal hidup kita, sehingga dengan demikian kita dapat bertumpu pada kebenaran-Nya dan belas kasih-Nya saja. Tuhan cak hendak menghadirkan diri-Nya pada kedalaman hati kita tiap-tiap, sehingga apabila kita berkumpul dalam cap-Nya – apakah untuk melakukan penyembahan kepada-Nya alias pergi ke tengah-perdua mayapada – maka Dia bisa mengalir dengan lebih penuh langgeng-kuasa di paruh kita dan melalui kita masing-masing. Oleh karena itu, marilah kita memperkenankan janji Tuhan memenuhi diri kita. Bayangkanlah apa kiranya nan cak semau internal pikiran Daud ketika dia mendengar janji Allah kepadanya, bagaimana hatinya begitu tergetar membayangkan betapa agung taki tersebut. Dahulu, bayangkanlah Tuhan mengatakan hal yang proporsional kepada diri kita, bahwa Beliau sangat mengasihi kita dan kepingin berdiam dalam diri kita selamanya. Puas Malam Natal ini, marilah kita bersembah sungkem di hadapan Yesus, batu penjuru Kis 411; 1Ptr 27; bdk. Mzm 11822; tatap kembali Mat 2142; Mrk 1210; Luk 2017 dan pembangun “rumah” kita. Wirid Tuhan Yesus Kristus, aku bersembah sujud di hadapan-Mu. Aku menyambut Engkau ke dalam hatiku, dan merasa takjub bahwa Engkau akan memperhitungkan diriku sebagai salah sendiri yang dapat menjadi tempat kediaman-Mu. Datanglah, ya Tuhan Yesus, dan berdiamlah kerumahtanggaan diriku. Amin. Catatan Untuk mendalami Bacaan Bibel perian ini Luk 167-79, bacalah coretan yang berjudul “BENEDICTUS KIDUNG ZAKHARIA” Bacaan terlepas 24-12-18] intern situs/blog PAX ET BONUM kategori 18-12 PERMENUNGAN ALKITABIAH DESEMBER 2022. Garitan ini bersumberkan sebuah tulisan saya sreg musim 2012 Cilandak, 21 Desember 2022 Sdr. Indrapradja, OFS Nabi Daud mendapatkan banyak keutamaan dari Allah SWT. Perjalanan hidupnya menjadi hikmah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Sebab itu, Alquran mengabadikan kisah Nabi Daud. Pada QS Sad ayat 17 digambarkan bahwa Nabi Daud itu adalah nabi yang kuat. Pakar tafsir Alquran yang juga pengasuh Pondok Pesantren Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran PSQ Ustaz Syahrullah Iskandar menjelaskan bahwa pada ayat itu Allah memerintahkan Nabi Muhammad bersabar akan cacian dan perkataan orang-orang kafir Quraisy. Allah pun meminta Rasulullah SAW untuk mengingat tentang kisah Nabi Daud yang dikaruniai kekuatan baik secara fisik maupun kekuasaan. Kendati begitu, Ustaz Syahrullah mengatakan, Nabi Daud itu adalah manusia yang senantiasa mengembalikan segala urusan kepada Allah serta senang dalam beribadah. Setiap hari, Nabi Daud menggunakan separuh malamnya untuk beribadah kepada Allah. Dia pun berselang-seling hari melakukan puasa. "Nabi Daud itu salah satu contoh yang sangat diteladani oleh Rasulullah. Maka dalam satu riwayat, nabi mengomentari Nabi Daud itu kana 'abdal basyar bahwa Nabi Daud itu manusia yang paling beribadah pada Allah, nilai ibadahnya itu lebih dari manusia lainya. Itulah sanjungan Nabi Muhammad kepada Nabi Daud," kata Ustaz Syahrullah yang juga anggota komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia MUI dalam kajian tafsir surat Sad ayat 17- dalam kitab al Qishah fi Alquran al Karim tafsir karya Syekh Muhammad Sayyid Tantowi yang diselenggarakan Nasaruddin Umar Office NUO secara virtual beberapa waktu lalu. Ustaz Syahrullah yang juga dosen tafsir Alquran Universitas Islam Negeri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, Allah memberikan karunia kepada Nabi daud berupa suara yang indah. Selain itu sebagaimana digambarkan pada Surat Sad ayat 18-20 bahwa Allah memberikan karunia pada nabi Daud sehingga gunung-gunung pun mengikuti tasbih Nabi Daud. Termasuk juga kemampuan Nabi Daud menjinakkan burung-burung yang mengikuti Nabi Daud untuk bertasbih. Allah SWT juga menjadikan Nabi Daud sebagai seorang raja yang mendapat kepercayaan kuat dari rakyatnya serta hikmah atau ilmu dalam menyelesaikan persoalan. Akan tetapi, ada satu waktu Nabi Daud diingatkan Allah SWT karena menilai sepihak terhadap suatu perselisihan. Pada ayat 21-26, Alquran menceritakan tentang dua orang yang berselisih. Mufasir berbeda pendapat, ada yang menyebut itu adalah malaikat, namun ada yang berpendapat itu adalah manusia. Keduanya memasuki istana Nabi Daud namun tidak melalui pintu utama. Melainkan sembunyi-sembunyi memanjat tembok dan masuk ke mihrab tempat ibadah Nabi Daud. Kedatangan mereka pun membuat Nabi Daud terkejut sekaligus khawatir. Mereka lalu meminta Nabi Daud tidak takut akan kehadiran mereka. Keduanya menjelaskan tentang maksud tujuan menemui Nabi Daud. Yakni agar Nabi Daud memutuskan secara adil dan benar atas perselisihan yang terjadi diantara kedua orang itu. Salah satu diantara kedua orang itu menunjuk saudaranya. Dia berkata bahwa saudara itu sudah memiliki sembilan puluh sembilan ekor kambing. Sedangkan, ia hanya memiliki satu ekor kambing. Ia mengatakan kepada Nabi Daud bahwa saudaranya itu lalu meminta satu ekor domba miliknya. Hingga dalam perdebatan, ia pun kalah dan harus menyerahkan seekor kambingnya itu pada saudaranya. Nabi Daud langsung memutuskan bahwa saudaranya yang memiliki sembilan puluh sembilan kambing itu telah berbuat zalim. Akan tetapi setelah memberikan keputusan, Nabi Daud tersadar bahwa dua orang itu merupakan ujian dari Allah. Ustaz Syahrullah mengatakan bahwa nabi Daud sadar karena ia menghukumi secara sepihak. Nabi Daud telah menjatuhkan putusan sebelum mendengarkan keterangan dari pihak satunya. Nabi Daud pun memohon ampun kepada Allah atas kekeliruannya dalam menjatuhkan putusan. Allah pun mengampuninya dan Nabi Daud diingatkan agar memberi keputusan dengan adil dan tidak mengikuti hawa nafsu yang dapat menyesatkan. "Ini menunjukan bagaimana posisi Nabi Daud yang tinggi dan karunia yang Allah berikan. Kisah Nabi Daud ini menginspirasi nabi Muhammad sehingga menguatkan nabi menjalankan risalah," kata Syahrullah mengatakan dalam al Qishah fi Alquran al Karim tafsir, Sayyid Tantowi juga memberikan kritikan kepada banyak mufasir yang menggambarkan bahwa Nabi Daud itu memiliki kesenangan terhadap perempuan, bahkan yang telah dilamar oleh orang lain. Menurut Sayid Tantowi itu justru mencederai kemaksuman Nabi Daud. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini